Dewan Pertahanan Nasional (DPN) menerima kunjungan / Courtesy Call Mr Bernard Philip, First Asistant Secretary, International Policy Australia yang diterima oleh Deputi Geostrategi Mayjen TNI Ari Yulianto, S.I.P., M.H.I yang didampingi oleh Tenaga Ahli dan Kepala Sekretariat DPN pada hari Kamis (19/2).
Mr Philip merupakan pejabat senior Kemhan Australia yang salah satu tugasnya adalah memberikan saran kebijakan terkait hubungan Internasional di bidang pertahanan. Dalam Kunjungannya ke DPN, beliau didampingi oleh Atase Pertahanan Australia, Brigjen Micah Batt beserta 2 orang Staf Kedubes Australia.
Dalam pertemuan yang sangat akrab tersebut, Deputi Geostrategi menjelaskan sekilas tentang Dewan Pertahanan Nasional, hubungan Kerjasama Indonesa – Australia yang semakin meningkat yang ditandai dengan penandatanganan Jakarta Treaty pada awal Februari tahun ini oleh kedua Kepala Negara, kondisi geostrategis yang berkembang di kawasan, ancaman bencana alam yang sering terjadi di Indonesia serta proses penanganannya serta masalah ancaman siber sehingga sangat diperlukan kerjasama diberbagai bidang dengan negara sahabat termasuk dengan Australia.
Mr, Bernard menyampaikan bahwa di Australia memiliki semacam organisasi yang hampir sama dengan DPN dan memaparkan sistem pengambilan keputusan keamanan nasional melalui National Security Committee of Cabinet yang dipimpin langsung oleh Perdana Menteri. Sistem tersebut didukung oleh komite-komite pejabat yang dapat bersidang secara intensif dalam situasi krisis, termasuk saat pandemi maupun evakuasi warga negara di luar negeri. Model ini menjadi salah satu referensi pembelajaran bagi DPN yang saat ini masih dalam tahap penguatan kelembagaan dan pengembangan mekanisme koordinasi lintas sektor.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif, bertepatan dengan hari pertama bulan Ramadan. Kedua pihak menyatakan komitmen untuk meningkatkan intensitas komunikasi, pertukaran informasi secara real-time, serta memperluas kerja sama di berbagai bidang keamanan strategis. Sebagai penutup, kedua delegasi sepakat bahwa tantangan keamanan modern , mulai dari bencana alam, ancaman siber, hingga dinamika geopolitik kawasan , memerlukan kolaborasi erat antarnegara. Hubungan Indonesia–Australia diharapkan menjadi salah satu pilar stabilitas dan keamanan di kawasan Indo-Pasifik.

