Deputi Geostrategi Dewan Pertahanan Nasional (DPN) Mayjen TNI Ari Yulianto mengikuti Rapat Pimpinan Unit Organisasi (Rapim UO) Kementerian Pertahanan Republik Indonesia Tahun 2026 yang diselenggarakan di Gedung Jenderal Urip Sumohardjo, Kantor Kemhan RI, Jakarta, pada Kamis (5/2/2026). Kegiatan ini dibuka dan dipimpin secara langsung oleh Sekretaris Jenderal Kemhan, Letjen TNI Tri Budi Utomo, serta didampingi oleh Inspektur Jenderal Kemhan, Letjen TNI Rui F.G.P. Duarte.
Rapim UO Kemhan mengangkat tema Pengembangan Sistem Pertahanan Negara Menjaga dan Mengendalikan Kedaulatan NKRI, yaitu visi strategis yang sangat relevan dalam konteks tantangan geopolitik yang terus berkembang dan menuntut tata kelola pertahanan yang adaptif dan terintegrasi. Perumusan dan sinergi antar-unit organisasi di lingkungan Kemhan merupakan fondasi penting untuk memastikan kebijakan pertahanan negara tidak hanya komprehensif, tetapi juga konsisten dalam pelaksanaannya.
Dalam kesempatan tersebut, Sekjen Kemhan menyampaikan arahan kebijakan pimpinan Kemhan sebagai pedoman pelaksanaan tugas dan fungsi unit-unit organisasi ke depan. “Pendekatan kebijakan ini, menurut saya, mencerminkan kesadaran bahwa struktur pertahanan modern harus mampu menghadapi kompleksitas ancaman, baik yang bersifat militer maupun nonmiliter, dengan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan akurat” ucap Sekjen Kemhan. 
Irjen Kemhan menyoroti pentingnya penguatan pengendalian internal dan kepatuhan dalam pelaksanaan program kerja, termasuk reformasi birokrasi yang menjadi kunci efektivitas organisasi. “Saya mencatat bahwa peningkatan kualitas tata kelola menjadi semacam pilar baru dalam pengembangan strategi pertahanan nasional, selaras dengan dinamika lingkungan strategis global saat ini” ucap Irjen Kemhan.
Pada kesempatan yang sama, Dirjen Strategi Pertahanan Mayjen TNI Agus Widodo dan Karo Ortala Setjen Kemhan Brigjen TNI Sanggam David, menggarisbawahi kebutuhan akan penyelarasan organisasi dan validasi struktur, sekaligus penekanan pada peran teknologi informasi dan komunikasi yang dibahas oleh Kapusdatin Kemhan Laksma TNI Isam Adi. Melaui pendekatan berbasis data dan teknologi dinilai sangat sejalan dengan integrasi sistem pertahanan yang responsif terhadap dinamika ancaman terkini. 
Dari sudut pandang geostrategis, forum ini bukan sekadar rutinitas perencanaan internal, tetapi momentum penting untuk memastikan semua unit organisasi Kemhan bergerak selaras dan terkoordinasi dalam mendukung sistem pertahanan negara yang adaptif, terintegrasi, dan berdaya saing, fondasi utama dalam mempertahankan kedaulatan NKRI.


