Jakarta— Dewan Pertahanan Nasional (DPN) melaksanakan audiensi dengan Mining Industry Indonesia (MIND ID) di Gedung The Energy, SCBD, Jakarta, Rabu (16/9). Pertemuan membahas perkembangan industri pertambangan nasional dan pengelolaan sumber daya mineral strategis dalam mendukung ketahanan energi, kemandirian ekonomi, dan kepentingan nasional. Audiensi dipimpin Deputi Geoekonomi DPN Dr. Yayat Ruyat, M.Eng., sementara MIND ID diwakili Kuswantoro Pranabudi, Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha, dan Portofolio, beserta jajaran.
Dalam pertemuan tersebut, MIND ID memaparkan posisi perusahaan sebagai holding industri pertambangan milik negara yang mengelola berbagai komoditas strategis, antara lain nikel, bauksit, aluminium, tembaga, emas, batubara, dan timah. Diversifikasi komoditas tersebut memiliki peran penting dalam mendukung hilirisasi, industrialisasi, elektrifikasi, serta pengembangan energi baru terbarukan dan ekosistem kendaraan listrik. MIND ID juga menyampaikan arah pengembangan perusahaan melalui visi “MIND ID for Indonesia and the World”, dengan penguatan eksplorasi, produksi, hilirisasi, dan rantai pasok industri untuk memberikan nilai tambah bagi kepentingan nasional sekaligus memenuhi kebutuhan global.

Pembahasan turut menyoroti tantangan ketahanan energi akibat dinamika geopolitik, volatilitas harga global, dan ketergantungan impor yang berdampak pada biaya energi, logistik, industri, inflasi, serta subsidi. Penguatan pertambangan dan hilirisasi MIND ID dinilai strategis untuk mendukung kemandirian energi dan rantai pasok industri masa depan, termasuk elektrifikasi, BESS, kendaraan listrik, dan infrastruktur kelistrikan. Selain itu, pengembangan mineral strategis seperti logam tanah jarang (LTJ) perlu didukung pemetaan dan data potensi nasional yang kuat agar dapat dikelola secara optimal bagi kepentingan nasional.

DPN mengapresiasi keterbukaan MIND ID dalam menyampaikan perkembangan, peluang, dan tantangan industri pertambangan nasional. Sejumlah isu yang mengemuka dalam audiensi, terutama tata kelola mineral, hilirisasi emas, pengembangan LTJ, penataan pertambangan rakyat, serta kontribusi sektor pertambangan terhadap ketahanan energi, akan menjadi bagian dari pembahasan dan koordinasi lebih lanjut antara DPN, MIND ID, serta kementerian dan lembaga terkait.
Melalui audiensi ini, DPN memperkuat penghimpunan informasi dan kajian strategis di bidang geoekonomi sebagai bahan dalam penyusunan masukan, pertimbangan, dan rekomendasi kepada Presiden. Penguatan sinergi dengan MIND ID diharapkan dapat mendukung pengelolaan sumber daya mineral yang semakin terintegrasi dan berkelanjutan, sehingga kekayaan sumber daya nasional dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan energi, kemandirian ekonomi, serta kepentingan pertahanan dan kedaulatan nasional. (Humas DPN).
#DewanPertahananNasional
#MINDID
#KetahananEnergi
#MineralStrategis

