Language:

Search

Presiden Prabowo Umumkan Swasembada Pangan Nasional 2025 pada Panen Raya di Karawang

  • Share this:
Presiden Prabowo Umumkan Swasembada Pangan Nasional 2025 pada Panen Raya di Karawang

 

Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan nasional tahun 2025 dalam acara Panen Raya yang digelar di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu, 7 Januari 2026. Momentum bersejarah ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pembangunan nasional, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan, kedaulatan negara, dan kesejahteraan rakyat. 

Presiden Prabowo tiba di Kabupaten Karawang dalam rangka kunjungan kerja dan mendarat di Helipad Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB), Dusun Sukajadi, Kecamatan Cilebar. Kedatangan Kepala Negara disambut oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Danrem 063/Sunan Gunung Jati Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, serta jajaran pemerintah daerah. Selain unsur pemerintah, masyarakat sekitar tampak antusias menyambut kehadiran Presiden Prabowo. 

Sepanjang perjalanan menuju lokasi acara Panen Raya di Desa Kertamukti, ribuan warga terlihat memadati sisi jalan. Dari atas kendaraan, Presiden Prabowo menyapa masyarakat dengan ramah, melambaikan tangan, dan beberapa kali menghentikan kendaraan untuk berinteraksi langsung dengan warga. Salah seorang warga, Lilis, mengaku sengaja datang sejak pagi untuk menyaksikan langsung kehadiran Presiden. “Senang, senang banget,” ujarnya dengan penuh antusias. 

presidenri.go.id-08012026141408-695f59405caee6.50609057
 

Setibanya di lokasi acara, Presiden Prabowo mengikuti rangkaian Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional Tahun 2025. Kegiatan ini menjadi penanda keberhasilan Indonesia mewujudkan agenda prioritas nasional di sektor pangan, yang selama ini secara konsisten ditekankan Presiden sebagai fondasi utama ketahanan nasional dan kedaulatan bangsa. 

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Presiden Prabowo meninjau langsung berbagai inovasi hilirisasi dan teknologi pertanian modern. Presiden menyaksikan pengolahan lahan pertanian menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan) otonom, seperti traktor dan rice transplanter , demonstrasi penggunaan drone pertanian, serta pemanfaatan pompa otomatis untuk meningkatkan efisiensi sistem irigasi. Pemanfaatan teknologi ini menunjukkan transformasi sektor pertanian nasional menuju pertanian modern, efisien, dan berkelanjutan. 

Kepala Negara juga mengunjungi Pameran Hilirisasi Pertanian yang menampilkan beragam inovasi pengolahan hasil pertanian dan perkebunan. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo mencicipi sejumlah produk olahan yang dihasilkan dari komoditas pertanian nasional. Salah satu inovasi yang ditampilkan adalah pengembangan produk gambir, tanaman endemik Indonesia dengan potensi strategis tinggi. 

Muhammad Makky dari Universitas Andalas menjelaskan bahwa gambir merupakan tanaman yang hanya dapat tumbuh di Indonesia dan tidak memiliki pesaing dari negara lain. Gambir diolah dari daun yang direbus dan diperas hingga menghasilkan getah berbentuk pasta yang kemudian mengeras menjadi bongkahan. Di dalamnya terkandung dua komponen aktif utama, yakni tanin dan katekin, yang sangat dibutuhkan di pasar global. Ia berharap adanya dukungan pemerintah untuk pengembangan industri hilirisasi gambir di dalam negeri, khususnya di sentra produksi Sumatra Barat dan Sumatra Utara, agar nilai tambahnya dapat dinikmati oleh bangsa sendiri. 

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan tonggak fundamental bagi kemerdekaan dan kedaulatan sebuah bangsa. Presiden menekankan bahwa tidak ada bangsa yang benar-benar merdeka apabila kebutuhan pangannya masih bergantung pada negara lain. 

“Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak bisa tersedia untuk rakyat. Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau makan, pangan, tergantung bangsa lain,” tegas Presiden. 

Presiden Prabowo juga mengingatkan pengalaman Indonesia pada masa pandemi COVID-19, ketika sejumlah negara produsen pangan menahan ekspor demi kepentingan domestik masing-masing. Situasi tersebut menjadi pelajaran penting bagi Indonesia untuk tidak lengah dan terus memperkuat kemandirian di sektor pangan dan energi. 

Presiden mengungkapkan bahwa saat dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia, dirinya menargetkan swasembada pangan dapat dicapai dalam waktu empat tahun. Namun, berkat kerja keras, persatuan, dan kekompakan seluruh elemen pertanian nasional, target tersebut berhasil diwujudkan hanya dalam waktu satu tahun. 

“Saudara bekerja keras, saudara bersatu, saudara kompak. Yang tadinya empat tahun, saudara berikan kepada bangsa dan negara hanya dalam satu tahun. Satu tahun kita sudah swasembada, satu tahun kita sudah berdiri di atas kaki kita sendiri,” ujar Presiden. 

Keberhasilan swasembada pangan 2025 tercermin dari berbagai indikator strategis. Produksi beras nasional pada tahun 2025 mencapai 34,71 juta ton, meningkat sebesar 4,09 juta ton atau 13,36 persen dibandingkan tahun 2024. Kenaikan produksi tersebut menghasilkan surplus beras sebesar 3,52 juta ton, sehingga Indonesia tidak melakukan impor beras konsumsi sepanjang tahun 2025. 

Selain itu, stok beras Perum Bulog pada akhir tahun 2025 tercatat mencapai 3,24 juta ton dan sempat menyentuh puncaknya sebesar 4,2 juta ton, yang merupakan stok tertinggi sepanjang sejarah pengelolaan pangan nasional. Nilai Tukar Petani (NTP) pada tahun 2025 juga mencapai 125,35, tertinggi dalam 25 tahun terakhir, mencerminkan peningkatan kesejahteraan dan daya beli petani. Di sisi perdagangan, nilai ekspor sektor pertanian pada periode Januari–Oktober 2025 mencapai Rp629,7 triliun atau meningkat 33,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Sebagai bentuk apresiasi negara atas jasa dan pengabdian dalam mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan nasional, Presiden Prabowo menganugerahkan Tanda Kehormatan Republik Indonesia kepada sejumlah tokoh dan pelaku di bidang pertanian dan pangan. Penganugerahan diawali dengan pembacaan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 1 dan 2/TK/Tahun 2026 oleh Sekretaris Militer Presiden Mayor Jenderal TNI Wahyu Yudhayana. 

presidenri.go.id-08012026141221-695f58d5dc7a36.86210111
 

Presiden Prabowo menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Selanjutnya, Tanda Kehormatan Bintang Jasa Pratama dianugerahkan kepada Heri Sunarto, petani dari Kelompok Tani Ngudi Luhur, Kabupaten Sukoharjo, yang mewakili empat penerima lainnya. 

Adapun Tanda Kehormatan Bintang Jasa Nararya diberikan kepada lima penerima, dengan dua penerima yang hadir mewakili, yaitu Bobby Irfan Effendi, Penyuluh Pertanian Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, serta Winarto, petani dari Kelompok Tani Sri Sedhono, Kabupaten Ngawi. 

Dalam rangkaian acara yang sama, Presiden Prabowo juga menganugerahkan Satyalancana Wira Karya kepada 102 penerima yang dinilai berjasa besar dalam pembangunan sektor pertanian dan pangan. Beberapa perwakilan penerima penghargaan yang hadir antara lain Letnan Jenderal TNI Mohammad Naudi Nurdika (Dankodiklat TNI), Setyo Wahono (Bupati Bojonegoro), Aep Syaepuloh (Bupati Karawang), AKBP Toni Kasmiri (Kapolres Lampung Selatan), AKBP Yugi Bayu Hendarto (Kapolres Garut), Letkol Kav. Andhi Ardana Valeriandra Putra (Wakil Asisten Teritorial Kodam XVIII/Kasuari), Letkol Czi. Dili Eko Setyawan (Dandim Merauke), Don Muzakir (Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Tani Merdeka Indonesia), Mugi Raharjo (Penyuluh Pertanian Kabupaten Bojonegoro), Aseng (Petani Poktan Ciraden, Kabupaten Cianjur), serta Nurul Hadi (Petani Poktan Sri Ki Lamaran, Kabupaten Indramayu). 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam laporannya menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian dan kepemimpinan Presiden Prabowo dalam sektor pertanian. Ia menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan merupakan buah dari gagasan besar Presiden yang diwujudkan melalui kerja kolektif Kabinet Merah Putih dan seluruh insan pertanian Indonesia. 

Pemerintah menegaskan bahwa swasembada pangan nasional tahun 2025 bukanlah titik akhir, melainkan fondasi bagi penguatan kemandirian nasional yang berkelanjutan. Ke depan, pemerintah berkomitmen menjaga konsistensi produksi, memperluas swasembada ke komoditas strategis lainnya, serta memastikan manfaat pembangunan pertanian dirasakan secara merata oleh petani, penyuluh, dan masyarakat luas demi ketahanan nasional, kedaulatan negara, dan kesejahteraan rakyat Indonesia. 


Dewan Pertahanan Nasional R.I.

Dewan Pertahanan Nasional R.I.

Dikelola oleh Bagian Data Informasi, Setjen DPN