Language:

Search

Deputi Bidang Geoekonomi DPN Tinjau Industri Strategis dan Maritim di Sulawesi Selatan

  • Share this:
Deputi Bidang Geoekonomi DPN Tinjau Industri Strategis dan Maritim di Sulawesi Selatan

 

Makassar — Tim Kedeputian Bidang Geoekonomi Dewan Pertahanan Nasional (DPN) yang dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Geoekonomi, Dr. Yayat Ruyat, M.Eng., melaksanakan kunjungan kerja lapangan dan observasi strategis di Provinsi Sulawesi Selatan pada Selasa (29/9/2026). Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka pemetaan lapangan guna memperkuat sinergi antara kemandirian energi, hilirisasi industri strategis daerah, dan kesiapsiagaan sistem pertahanan nasional di Kawasan Timur Indonesia (KTI).   

Mengusung tema “Sinergi Kemandirian Energi dan Hilirisasi Industri Strategis Daerah guna Memperkuat Pertahanan Nasional di Kawasan Timur Indonesia”, peninjauan ini menjadi langkah krusial DPN dalam menggali data primer terkait keandalan rantai pasok industri dan fasilitas pemeliharaan alutsista. Langkah tersebut penting mengingat kedudukan Sulawesi Selatan sebagai simpul logistik dan pertahanan yang sangat vital di wilayah timur Nusantara.   

Dalam rangkaian kunjungan kerja tersebut, Deputi Bidang Geoekonomi DPN beserta rombongan melakukan observasi langsung ke empat perusahaan strategis di daerah. Rangkaian kunjungan ini bertujuan untuk mencermati secara dekat kapasitas produksi, fasilitas perawatan, serta kesiapan integrasi industri daerah terhadap kebutuhan pertahanan nasional.   

Tempat pertama yang dikunjungi yaitu PT Pelindo Jasa Maritim. Perusahaan ini memegang peranan kunci dalam mengelola layanan maritim terintegrasi. Kontribusi nyatanya terlihat pada kelancaran arus logistik, efisiensi transportasi laut, serta keandalan simpul pelabuhan yang menjadi urat nadi perekonomian dan ketahanan konektivitas di Kawasan Timur Indonesia.   

290926 2
 

Selanjutnya Tim Deputi Bidang Geoekonomi DPN melakukan kunjungan ke PT Chen Woo Fishery. Sebagai salah satu produsen dan eksportir utama hasil perikanan yang berbasis di Makassar, perusahaan ini memegang peranan krusial dalam memperkuat fondasi blue economy (ekonomi biru) di Kawasan Timur Indonesia. Perusahaan ini bergerak dalam bidang pengolahan dan pembekuan hasil laut, khususnya komoditas unggulan seperti ikan tuna, serta berbagai produk perikanan bernilai tambah tinggi yang telah berhasil menembus pasar global.  

PT Chen Woo Fishery tidak hanya berfokus pada kegiatan manufaktur dan ekspor, perusahaan ini juga berkontribusi nyata dalam menggerakkan roda ekonomi pesisir, meningkatkan nilai tambah komoditas kelautan lokal, serta menopang kedaulatan dan ketahanan pangan berbasis sumber daya laut di wilayah timur Indonesia.  

290926 3
 

Tempat ketiga yang dikunjungi adalah PT Kambria Pertahanan Indonesia (PT KPI) yang bergerak di bidang perdagangan alat pertahanan (alutsista), teknologi pertahanan, serta pengembangan fasilitas manufaktur industri pertahanan. Perusahaan ini berkontribusi langsung dalam mendorong kemandirian teknologi pertahanan dalam negeri serta memperkuat rantai pasok kebutuhan peralatan militer nasional.  

290926 4
 

Tempat terakhir yang dikunjungi adalah PT Industri Kapal Indonesia (PT IKI). Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang galangan kapal, PT IKI memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan, pemeliharaan, dan perawatan kapal. Kiprah PT IKI sangat krusial dalam menjaga tingkat kesiapan operasional alutsista matra laut TNI serta armada niaga yang beroperasi di wilayah perairan Indonesia.   

290926 5
 

Kawasan Timur Indonesia memiliki nilai geopolitik yang tinggi karena berbatasan langsung dengan kawasan lintas negara dan dilalui Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI). Melalui kunjungan lapangan ini, Kedeputian Bidang Geoekonomi DPN menghimpun berbagai masukan komprehensif mengenai kondisi riil di lapangan, kendala rantai pasok, hingga peluang penguatan kemitraan antara pemerintah daerah, pelaku industri, dan satuan TNI.   

Data dan analisis yang didapat dari peninjauan ini akan diformulasikan menjadi bahan saran dan rekomendasi kebijakan strategis yang akan disampaikan kepada Ketua DPN melalui Ketua Harian DPN. Rekomendasi tersebut diharapkan mampu melahirkan kebijakan terpadu yang mempercepat kemandirian industri pertahanan nasional serta memperkokoh ketahanan nasional di Kawasan Timur Indonesia. (Humas DPN)   
 


Dewan Pertahanan Nasional R.I.

Dewan Pertahanan Nasional R.I.

Dikelola oleh Bagian Data Informasi, Setjen DPN