Seoul - Deputi Bidang Geostrategi Dewan Pertahanan Nasional (DPN), Mayjen TNI Frega F. Wenas Inkiriwang, Ph.D., F.H.E.A., mengikuti Alumni Continuing Education Seminar (ACES) 2026 yang diselenggarakan National Defense University (NDU) Amerika Serikat di Seoul, Republik Korea, pada awal September 2026. Seminar bertema Enduring Partnerships: Shared Strength tersebut mempertemukan para pemimpin senior pertahanan, termasuk sejumlah Panglima Angkatan Bersenjata dan Kepala Staf Angkatan, akademisi, serta praktisi keamanan nasional dari lebih dari empat puluh negara peserta.

Pada forum tersebut, Frega Wenas Inkiriwang dipercaya tampil sebagai panelis dan pembicara tamu pada sesi yang bertema A Revolution in Military Affairs, and Impacts on the Joint Force (Revolusi Kridha Yudha dan Dampaknya terhadap Pasukan Gabungan). Sesi ini membahas keterpaduan lompatan teknologi, inovasi doktrin, dan adaptasi organisasi dengan merujuk pembelajaran konflik kontemporer di Ukraina dan Timur Tengah. Keikutsertaan Frega menjadi pengakuan internasional atas kompetensi dan kontribusi Indonesia di bidang pertahanan, sekaligus sarana penyampaian perspektif nasional mengenai dinamika keamanan kawasan Indo-Pasifik.

Selain menjadi panelis, Frega juga mengikuti beberapa sesi lain yang membahas penguatan kapasitas strategis bersama, pengelolaan sumber daya keamanan, serta masa depan peperangan ireguler. Di samping itu, ia pun mendalami sesi Strategic Foresight and the Role of the Armed Forces dan Artificial Intelligence & National Security Decisions — dua tema yang selaras dengan tugas penyusunan kajian lingkungan strategis DPN yang berbasis antisipasi ke depan dan pemanfaatan teknologi.
Rangkaian kegiatan juga meliputi peninjauan ke kawasan Zona Demiliterisasi (Demilitarized Zone/DMZ), dan Joint Security Area (JSA). Peninjauan itu memperkaya analisis geostrategis mengenai stabilitas di Kawasan Semenanjung Korea dan implikasinya bagi dinamika pertahanan.

Partisipasi DPN pada ACES 2026 memberikan manfaat strategis berupa penguatan citra dan kredibilitas Indonesia di forum pertahanan internasional, pembelajaran praktik terbaik (best practices) dalam transformasi militer, pengelolaan sumber daya keamanan, dan penanganan ancaman ireguler, serta perluasan jejaring kerja sama dengan komunitas pertahanan global, termasuk melalui jejaring alumni NDU. Hasil dari kegiatan tersebut menjadi masukan bagi penguatan fungsi kajian strategis DPN dalam menyusun pertimbangan dan rekomendasi solusi kebijakan pertahanan kepada Presiden, sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 202 Tahun 2024. (Humas DPN)

