Dewan Pertahanan Nasional (DPN) melaksanakan audiensi dengan Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Selasa (21/4/2026). Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antarlembaga dalam mendukung perumusan kebijakan strategis pertahanan negara, khususnya yang berkaitan dengan penelitian, pengembangan, dan penguasaan teknologi pertahanan.
Audiensi yang diwakili oleh Tenaga Ahli Utama Deputi Geoekonomi DPN Dr.-Ing. M. Abdul Kholiq beserta tim DPN lainnya membahas rencana dukungan BRIN sebagai narasumber dalam kegiatan Rapat Terbatas Kedeputian Geoekonomi DPN yang akan dilaksanakan pada 6 Mei 2026 mendatang. Materi yang akan diperdalam meliputi penelitian, pengembangan, dan penguasaan teknologi roket/rudal, drone, serta sistem anti-drone.
Dalam diskusi, Wakil Kepala BRIN Prof. Dr. Ir. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., DESD., ASEAN Eng. menyampaikan apresiasi atas undangan DPN dan menyatakan kesiapan BRIN untuk menyiapkan materi paparan sesuai ruang lingkup pembahasan. Pertemuan juga menekankan pentingnya penyusunan skenario strategis nasional, penguatan kemandirian teknologi, serta perlindungan data dan sistem strategis nasional sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi dinamika lingkungan strategis global.

Pertemuan ini juga menjadi forum pertukaran pandangan mengenai pentingnya penguatan riset nasional, kemandirian teknologi strategis, dan kesiapan kebijakan pertahanan dalam merespons perkembangan lingkungan strategis global. Dalam konteks tersebut, kolaborasi antarlembaga dipandang penting untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang komprehensif dan implementatif.
DPN berharap keterlibatan BRIN dapat memperkaya substansi pembahasan dan memperkuat basis ilmiah dalam penyusunan rekomendasi kebijakan pertahanan nasional. Melalui sinergi ini, DPN dan BRIN berkomitmen mendukung penguatan tata kelola pertahanan negara yang adaptif, terintegrasi, dan berorientasi pada kepentingan nasional.

