Dewan Pertahanan Nasional (DPN) melaksanakan audiensi dan buka bersama dengan Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) di Kantor PYC, Jakarta Selatan, Rabu, 25 Februari 2026. Audiensi dipimpin oleh Deputi Geostrategi Mayjen TNI Ari Yulianto, S.I.P., M.H.I., dan Deputi Geoekonomi Dr. Yayat Ruyat, M.Eng., bersama jajaran pejabat DPN lainnya. Kegiatan ini menjadi momentum penguatan sinergi kelembagaan dan pemikiran strategis DPN bersama PYC dalam mendukung agenda keamanan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Purnomo Yusgiantoro menegaskan bahwa penguatan DPN harus dipahami dalam konteks perkembangan konsep keamanan nasional yang semakin luas dan multidimensi. Menurut beliau, keamanan tidak lagi hanya dimaknai dalam perspektif militer, tetapi juga mencakup dimensi keamanan publik, keamanan insani, keamanan individu, hingga ancaman siber. Beliau juga menekankan pentingnya pendekatan threat-based analysis yang berkelanjutan karena karakter ancaman terus berubah dari waktu ke waktu.
Prof. Purnomo juga menyoroti sejumlah isu strategis yang memerlukan perhatian, termasuk dinamika geoekonomi dan geopolitik pada sektor energi serta kawasan perbatasan seperti Ambalat, Natuna, dan Tuna Block. Dalam konteks kerja sama investasi strategis, beliau menekankan pentingnya menjaga kedaulatan nasional, terutama agar hak pengambilan keputusan tetap berada pada Pemerintah Indonesia.

Sementara itu, Dr. Yayat Ruyat, M.Eng. menyampaikan bahwa Menteri Pertahanan memberikan dukungan penuh terhadap terjalinnya kerja sama DPN–PYC sebagai bagian dari penguatan kelembagaan dan pemikiran strategis DPN. Ia menegaskan arahan Menhan mengenai pentingnya kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan—baik lembaga pemerintah, lembaga teknis, maupun think tank strategis—untuk memperkaya perspektif dan meningkatkan kualitas rekomendasi kebijakan. Beliau juga menekankan bahwa peran dan fungsi DPN sebagai simpul koordinasi pemikiran strategis nasional yang diarahkan untuk mengawal implementasi program-program Presiden agar selaras dengan kepentingan pertahanan dan keamanan nasional.
Pada kesempatan yang sama, Mayjen TNI Ari Yulianto, S.I.P., M.H.I. menekankan pentingnya suasana kerja yang terbuka, dialogis, dan konstruktif dalam penguatan kelembagaan dan pemikiran strategis DPN. “Saat ini komposisi DPN selain dari unsur TNI, juga diperkuat oleh kalangan akademisi dan profesional. Kehadiran unsur-unsur tersebut diharapkan semakin memperkaya perspektif dan memperkuat kontribusi DPN dalam merumuskan masukan strategis yang lebih komprehensif bagi kepentingan pertahanan dan keamanan nasional” demikian ucap Ari Yulianto.
Secara keseluruhan, pertemuan DPN–PYC menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi lintas pihak, memperkaya pemikiran strategis nasional, serta menjaga kedaulatan Indonesia dalam menghadapi dinamika ancaman yang terus berkembang. Penekanan ini juga sejalan dengan arahan internal yang merangkum pentingnya kerja sama lintas pihak, suasana kerja terbuka, dan penguatan kapasitas DPN melalui keterlibatan akademisi dan profesional.

