Dewan Pertahanan Nasional (DPN) terus memperkuat sinergi dengan industri strategis nasional melalui kunjungan kerja ke PT Dahana pada 8 April 2026. Kunjungan tersebut dipimpin oleh Deputi Bidang Geoekonomi DPN, Dr. Yayat Ruyat, M.Eng., dan diterima langsung oleh Direktur Utama PT Dahana, Hary Irmawan, beserta jajaran manajemen.
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya DPN dalam menyerap masukan dan aspirasi dari pelaku industri strategis nasional sebagai bahan pertimbangan dalam perumusan saran kebijakan strategis kepada Presiden, khususnya di bidang geoekonomi yang berkaitan dengan penguatan kemandirian industri pertahanan nasional.

Dalam pertemuan tersebut, manajemen PT Dahana memaparkan potensi perusahaan serta arah pengembangan bisnis ke depan, termasuk penguatan kapasitas produksi energetic material yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan komersial maupun pertahanan. Selain itu, diskusi juga membahas peluang pengembangan industri bahan peledak nasional serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam mendukung terwujudnya kemandirian industri pertahanan.
Pada kesempatan itu, Deputi Bidang Geoekonomi DPN menjelaskan tugas dan fungsi DPN sebagai lembaga yang memberikan saran dan pertimbangan strategis kepada Presiden dalam perumusan kebijakan pertahanan negara. Dalam konteks geoekonomi, peran tersebut mencakup penguatan industri strategis nasional sebagai salah satu elemen penting dalam mendukung ketahanan nasional.
Sebagai salah satu industri strategis nasional, PT Dahana memiliki peran penting dalam industri bahan peledak terpadu yang melayani kebutuhan sektor pertambangan, konstruksi, energi, dan pertahanan. Melalui kunjungan ini, DPN memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai potensi, tantangan, dan kebutuhan industri strategis nasional sebagai dasar penyusunan rekomendasi kebijakan yang adaptif, terarah, dan berorientasi pada penguatan kemandirian pertahanan negara.

