Morowali— Tim Deputi Bidang Geostrategi Dewan Pertahanan Nasional (DPN) melaksanakan Observasi dan Peninjauan Lapangan di salah satu kawasan vital nasional yang bersifat strategis yaitu kawasan industri terpadu PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, pada Selasa (30/9/2026). Kunjungan kerja strategis ini dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Geostrategi DPN, Mayor Jenderal TNI Frega Wenas Inkiriwang, Ph.D., F.H.E.A.,

Dalam agenda tersebut, Tim DPN menggelar audiensi serta diskusi interaktif bersama jajaran manajemen PT IMIP untuk mendalami dinamika operasional kawasan, tata kelola mineral, dan pemetaan risiko di lapangan. Sebagai bentuk apresiasi atas keterbukaan informasi dan sinergi yang terjalin, rangkaian pertemuan diakhiri dengan penyerahan plakat cenderamata secara simbolis dari manajemen PT IMIP kepada Mayjen TNI Frega Wenas Inkiriwang.

Sebagai salah satu kawasan industri berbasis nikel terintegrasi terbesar di Indonesia, PT IMIP memberikan kontribusi vital sebagai pilar utama hilirisasi mineral nasional sekaligus penyokong rantai pasok baterai kendaraan listrik (electric vehicle) global. Keberadaan kawasan ini menciptakan multiplier effect bagi perekonomian regional dan nasional melalui penyerapan puluhan ribu tenaga kerja lokal, pemberdayaan UMKM, peningkatan pendapatan daerah, hingga pembangunan infrastruktur penunjang seperti pelabuhan, pembangkit listrik, dan bandara khusus.

Melalui observasi dan Peninjauan Lapangan ini, DPN mencermati pendalaman tata kelola mineral bernilai strategis seperti potensi Logam Tanah Jarang (LTJ), sekaligus merumuskan langkah pengurai atas berbagai tantangan non-teknis lintas sektor seperti dinamika pertanahan, kesenjangan ketenagakerjaan, dampak lingkungan, dan tata ruang kawasan. LTJ merupakan mineral kritis yang saat ini menjadi salah satu isu strategis penting dalam bidang pertahanan.

Seluruh data empiris dan temuan faktual yang dihimpun dari kunjungan di PT IMIP selanjutnya akan diformulasikan oleh Tim DPN menjadi laporan strategis guna memastikan pengelolaan industri nikel nasional berjalan selaras dengan kepentingan kedaulatan negara, ketahanan energi, serta kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan. Turut hadir pada kegiatan ini yaitu Tenaga Ahli Madya Marsma TNI Dr. B.D. Oktavianus Siagian, S.E., M.Si.(Han), serta Tenaga Ahli Muda,Kolonel Inf Dwi Tantomo, S.I.P., dan Santiaji Dyatmiko. (Humas DPN)

