Dewan Pertahanan Nasional (DPN) melaksanakan audiensi bersama Direktur Utama PT Antam Tbk di Kantor PT Antam Tower A, TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (4/3). Pertemuan tersebut dipimpin Dr. Yayat Ruyat, M.Eng., Deputi Geoekonomi DPN, bersama Tenaga Ahli DPN untuk membahas isu strategis sektor pertambangan, khususnya hilirisasi mineral, hambatan perizinan, dan penguatan tata kelola sumber daya mineral nasional.
Dalam audiensi tersebut, DPN menegaskan fungsi kelembagaannya untuk memberikan rekomendasi solusi kebijakan strategis serta mengidentifikasi titik hambatan (bottleneck) pada sektor pertambangan dan hilirisasi. DPN juga menyoroti pentingnya penguatan peran negara, pengawasan terhadap praktik pertambangan ilegal, serta optimalisasi emas sebagai aset strategis nasional.

Dalam pertemuan tersebut, PT Antam menyampaikan saat ini perusahaan mengelola komoditas utama antara lain emas, nikel, dan bauksit. Namun pengelolaan menghadapi tantangan berupa keterbatasan fleksibilitas regulasi sebagai BUMN, kompleksitas perizinan, serta kebutuhan percepatan pengembangan ekosistem baterai dan integrasi rantai nilai hulu–hilir. PT Antam juga menekankan pentingnya pengaturan tambang rakyat yang legal dan memiliki keterlacakan (traceability), agar hasil tambang dapat masuk ke rantai pasok resmi.


