Delegasi Dewan Pertahanan Nasional (DPN) RI dipimpin Dr. Yayat Ruyat, M.Eng., Deputi Bidang Geoekonomi DPN, mewakili Menteri Pertahanan selaku Ketua Harian DPN, menghadiri BRICS National Security Advisers (NSA) Meeting yang diselenggarakan di New Delhi, India, pada 22–23 Juni 2026. Pertemuan tersebut dipimpin oleh National Security Advisor (NSA) India, H.E. Ajit Doval, serta dihadiri oleh delegasi dari sepuluh negara anggota BRICS. Anggota Delegasi Indonesia terdiri dari Tenaga Ahli DPN, Atase Pertahanan RI di India beserta staf. Adapun delegasi negara peserta lainnya berasal dari berbagai tingkatan jabatan, mulai dari menteri, seperti Menteri Luar Negeri Tiongkok, hingga pejabat tinggi yang membidangi keamanan nasional di negara masing-masing.

Dalam forum tersebut, Delegasi Indonesia menyampaikan pandangan mengenai pentingnya penguatan kerja sama internasional dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan nontradisional, seperti terorisme, keamanan siber, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), disinformasi, serta perlindungan Critical Information Infrastructure (CII). Indonesia juga menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan negara, hukum internasional, dan multilateralisme sebagai landasan dalam membangun kerja sama keamanan global yang efektif dan berkelanjutan.

BRICS NSA Meeting 2026 membahas berbagai isu strategis yang berkaitan dengan dinamika keamanan global, termasuk penguatan kerja sama melalui Counter-Terrorism Working Group (CTWG) dan Working Group on Security in the Use of ICTs (WGSICT). Seluruh peserta menekankan pentingnya peningkatan pertukaran informasi, penguatan kapasitas keamanan siber, perlindungan infrastruktur kritis, serta pengembangan tata kelola pemanfaatan kecerdasan buatan yang aman, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kepentingan bersama.


