Karawang & Subang — Kedeputian Bidang Geoekonomi Dewan Pertahanan Nasional (DPN) melaksanakan kegiatan observasi dan peninjauan lapangan ke dua industri strategis di Jawa Barat, yakni PT VinFast Automobile Indonesia Plant di Subang dan PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) di Karawang pada Kamis (17/09/26). Kegiatan ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif rantai pasok ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) nasional, mulai dari komponen inti baterai hingga manufaktur kendaraan sebagai bahan analisis dalam memperkuat ketahanan ekonomi dan pertahanan negara dari perspektif geoekonomi.

Deputi Bidang Geoekonomi DPN, Dr. Yayat Ruyat, M.Eng., memimpin peninjauan ke fasilitas pabrik PT VinFast Automobile Indonesia di Kabupaten Subang. Perusahaan manufaktur kendaraan listrik asal Vietnam tersebut membangun fasilitas produksi berskala besar yang diproyeksikan menjadi basis produksi sekaligus ekspor kendaraan listrik setir kanan ke kawasan Asia Tenggara.
Tim DPN mendalami berbagai aspek teknis dan strategis, meliputi kapasitas dan teknologi produksi, peta jalan (roadmap) peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), hingga tantangan dalam meminimalisasi ketergantungan terhadap komponen impor, khususnya baterai dan sistem elektronik kendaraan. Selain itu, DPN menelaah dampak investasi VinFast terhadap perekonomian lokal dan nasional, termasuk penyerapan tenaga kerja, pengembangan kawasan supplier park, serta kontribusinya terhadap transisi energi nasional.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Kedeputian Bidang Geoekonomi DPN untuk menggali kondisi, peluang, serta tantangan industri strategis nasional, khususnya ekosistem kendaraan listrik yang dinilai memiliki keterkaitan dengan ketahanan ekonomi dan kepentingan pertahanan negara dari aspek ekonomi. Pengumpulan informasi lapangan menjadi bahan analisis dalam penyusunan rekomendasi kebijakan strategis DPN.

Selanjutnya peninjauan lapangan dilakukan di Kawasan Artha Industrial Hills, Karawang. Tim DPN yang dipimpin oleh Tenaga Ahli Utama, Prof. Dr. Ir. H. Surachman Surjaatmadja, M.M., menggali informasi mengenai kapasitas produksi, penguasaan teknologi, tingkat kemandirian, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) di industri baterai.
Dalam kesempatan tersebut, DPN mencermati efektivitas proses transfer pengetahuan (transfer of knowledge) kepada tenaga kerja nasional serta tingkat ketergantungan industri terhadap teknologi, permodalan, dan tenaga ahli dari konsorsium asing. Kehadiran CATIB merepresentasikan keberhasilan hilirisasi nikel nasional yang mempertemukan sumber daya mineral strategis dengan investasi bernilai tambah guna menjamin keberlanjutan pasokan bahan baku dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada pihak eksternal.

Sinergi antara CATIB di sektor hulu/tengah (baterai) dan VinFast di sektor hilir (pemanufaktur kendaraan) menegaskan pentingnya membangun ekosistem listrik nasional yang solid dan terintegrasi. Penguasaan teknologi, efektivitas transfer pengetahuan, peningkatan TKDN, dan keberlanjutan pasokan bahan baku menjadi tolok ukur utama dalam mengurangi kerentanan rantai pasok global. (Humas DPN)

