Subang — Tim Deputi Bidang Geoekonomi Dewan Pertahanan Nasional (DPN) yang dipimpin oleh Deputi Bidang Geoekonomi, Dr. Yayat Ruyat, M.Eng., melaksanakan kegiatan observasi dan peninjauan lapangan ke kawasan Perumahan Bumi Rudawi di Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Kamis (17/9/2026). Peninjauan lapangan ini dilakukan untuk mengevaluasi secara langsung kesiapan tata ruang, kelayakan hunian, dan ketersediaan sarana prasarana pemukiman yang menjadi pilar penunjang keberlangsungan ekosistem industri strategis nasional di kawasan tersebut.

Kegiatan ini merupakan rangkaian agenda peninjauan komprehensif DPN di Jawa Barat yang mengusung tema “Sinergi Industri Pertahanan dan Ekosistem Kendaraan Listrik sebagai Pilar Ketahanan Ekonomi Nasional guna memperkokoh Sistem Pertahanan Negara”. Dalam kerangka pertahanan nasional aspek ekonomi, ketersediaan pemukiman yang memadai tidak dapat dipisahkan dari daya dukung ketahanan daerah.
Dalam konteks tersebut, kiprah Perumahan Bumi Rudawi memegang peran penting sebagai infrastruktur pendukung (supporting infrastructure) dalam menampung kebutuhan hunian masyarakat dan tenaga kerja lokal. Seiring meningkatnya arus investasi manufaktur dan pengembangan industri di wilayah Subang, kehadiran kawasan pemukiman yang terencana menjadi simpul vital untuk menjaga stabilitas sosial-ekonomi, kenyamanan pekerja, serta keteraturan tata ruang daerah.

Keberadaan kawasan perumahan seperti Bumi Rudawi tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap hunian, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas pembangunan daerah. Sektor perumahan memiliki keterkaitan dengan berbagai kegiatan ekonomi, mulai dari konstruksi, penyediaan material, tenaga kerja, pembiayaan, hingga pertumbuhan aktivitas ekonomi di kawasan sekitarnya.
Seluruh data, temuan, dan masukan dari peninjauan lapangan ini akan dianalisis secara mendalam oleh tim DPN. Hasil kajian tersebut nantinya dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan strategis guna memperkuat sinergi antara ketersediaan infrastruktur pemukiman, pengembangan industri strategis, serta pemantapan sistem pertahanan negara berbasis ketahanan ekonomi nasional. (Humas DPN)

