Dewan Pertahanan Nasional (DPN) melaksanakan Sosialisasi Kebijakan Umum Pertahanan Negara (Jakumhanneg) Tahun 2025–2029 Bidang Nirmiliter di Ballroom Halmahera, Hotel Bela Ternate, Maluku Utara, pada Kamis (25/06). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman bersama mengenai arah kebijakan pertahanan negara, khususnya pada aspek nirmiliter yang melibatkan peran aktif pemerintah daerah, unsur masyarakat, akademisi, pelaku industri, serta tokoh-tokoh strategis di daerah.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, sebagai keynote speech. Beliau menyampaikan bahwa kehadiran Pemerintah Provinsi Maluku Utara menjadi penting karena pertahanan negara tidak hanya bertumpu pada kekuatan militer, tetapi juga membutuhkan kesiapan wilayah, ketahanan sosial, ekonomi, budaya, informasi, sumber daya alam, serta partisipasi seluruh komponen bangsa.
Sosialisasi ini dipimpin oleh Mayjen TNI Tri Rana Subekti, S.Sos., M.M., Tenaga Ahli Utama Bidang Geoekonomi DPN, dengan pembicara Tri Budi Haryoko, S.H., M.H., Tenaga Ahli Madya Bidang Geoekonomi DPN. Melalui kegiatan ini, diharapkan adanya pemahaman bersama antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung implementasi Jakumhanneg Tahun 2025–2029, terutama dalam menghadapi dinamika ancaman nirmiliter yang semakin kompleks.

Bidang nirmiliter dalam pertahanan negara yang memiliki ruang lingkup yang luas, antara lain berkaitan dengan ketahanan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, teknologi, informasi, pangan, energi, kesehatan, hingga kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman nonmiliter. Oleh karena itu, sosialisasi Jakumhanneg di daerah menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi, kolaborasi, dan kesadaran kolektif bahwa pertahanan negara merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
Maluku Utara sebagai wilayah kepulauan memiliki posisi penting dalam perspektif pertahanan negara. Karakteristik geografis, potensi sumber daya alam, dinamika sosial masyarakat, serta peran strategis wilayah dalam konektivitas nasional menjadikan Maluku Utara sebagai salah satu daerah yang perlu terus diperkuat ketahanan wilayahnya. Melalui sosialisasi ini, DPN mendorong agar kebijakan pertahanan negara dapat dipahami secara lebih operasional dan kontekstual sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik daerah.
Acara ini turut dihadiri oleh para pejabat Forkopimda, para akademisi, pelaku industri, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat Maluku Utara. Kehadiran dari berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa penguatan pertahanan nirmiliter membutuhkan sinergi lintas sektor, lintas profesi, dan lintas kelompok masyarakat.

Melalui kegiatan Sosialisasi Jakumhanneg Tahun 2025–2029 Bidang Nirmiliter ini, DPN berharap terbangun kesamaan persepsi, komitmen, dan langkah bersama dalam memperkuat pertahanan negara. Dengan dukungan pemerintah daerah dan seluruh komponen masyarakat, kebijakan pertahanan negara dapat diimplementasikan secara lebih efektif, adaptif, dan berkelanjutan demi menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah, serta keselamatan segenap bangsa.***(Humas DPN)

