Kedeputian Geoekonomi Dewan Pertahanan Nasional (DPN) memetakan sejumlah tantangan geoekonomi global yang berpotensi mengganggu kedaulatan energi dalam negeri. Isu krusial ini dibahas mendalam saat menerima kunjungan jajaran manajemen PT Sucofindo di Kantor DPN, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (30/6). Kedua belah pihak membedah rencana kerja Sucofindo di sektor minyak, gas, serta pengembangan energi terbarukan untuk skala regional maupun global.

Dalam pertemuan tersebut, Deputi Geoekonomi DPN, Dr. Yayat Ruyat, M.Eng., yang didampingi jajaran Tenaga Ahli, langsung membuka diskusi dengan menggarisbawahi koridor analisis dari aspek pertahanan ekonomi. Merespons hal itu, Vice President Oil & Gas dan Energi Terbarukan Sucofindo, Wahyudi Arief, menjabarkan kesiapan infrastruktur integrasi yang tengah disiapkan perusahaan untuk mengawal proyek-proyek strategis tersebut.

Bukan tanpa alasan, langkah taktis ini diambil karena operasional di sektor migas di lapangan masih sering membentur tembok tebal. Persoalan klasik seperti hambatan wilayah kerja, gangguan keamanan, hingga ketidaksiapan infrastruktur lokal kerap kali menjadi batu sandungan yang memperlambat laju Proyek Strategis Nasional (PSN). Melalui kolaborasi ini, hambatan teknis tersebut coba diurai guna melahirkan rekomendasi kebijakan yang mampu menjembatani regulasi pertahanan negara dengan target pemenuhan energi domestik.

Sebagai tindak lanjut, DPN membuka pintu lebar-lebar untuk koordinasi lanjutan demi mematangkan sinergi ini. Komitmen kedua lembaga diharapkan bisa menghasilkan rekomendasi kebijakan yang konkret dan solid kepada pemerintah, khususnya dalam mengamankan serta mempercepat pelaksanaan proyek-proyek vital di sektor energi nasional.

