Dalam upaya memperkuat arah strategis dan sinergi kebijakan pasca-transformasi guna menyelaraskan peta jalan pembangunan infrastruktur kelautan dengan rencana besar ketahanan pangan dan pengembangan wilayah berbasis ekonomi makro, jajaran manajemen PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero) yang dipimpin oleh Surya Lung selaku Direktur Operasional, dan didampingi oleh Dinda Ayu sebagai Staf Operasional melakukan kunjungan audiensi ke kantor Dewan Pertahanan Nasional (DPN) pada Kamis, 23 Juli 2026. Kedatangan mereka diterima oleh Deputi Geoekonomi Dr. Yayat Ruhyat beserta Para Tenaga Ahli DPN diantaranya Dr. Ing. M. Abdul Kholiq, M.Sc, Laksma TNI Agustinus Djoko Priyanto, S.E.,M.Si, Marsma TNI M. Agus Fauzan, M. Sc., Fawc, Kolonel Laut (T) Robert Litanto, S.T., M.M., M.Tr.Han, Maundri Prihanggo, S.T., M.Sc.

Sektor maritim Indonesia memasuki babak baru dengan hadirnya kekuatan baru di bidang Badan Usaha Milik Negara (BUMN). PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero) secara resmi bertransformasi guna memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus membangun ekosistem ekonomi biru yang berkelanjutan. Langkah strategis ini menandai pergeseran besar dalam fokus bisnis negara untuk mengoptimalkan potensi kekayaan laut Nusantara. Sebagai langkah nyata di lapangan, perusahaan langsung tancap gas dengan mengusung Program Kawasan Nelayan Modern Terpadu (KNMP) sebagai prioritas utama untuk periode 2025–2026. Program ini ditargetkan menyentuh pembangunan infrastruktur di ribuan lokasi pesisir yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Proyek skala nasional ini dirancang untuk merestrukturisasi tata kelola wilayah pesisir secara masif.

Dalam implementasinya, pengembangan infrastruktur pesisir ini menerapkan konsep berbasis klaster guna menjaga efisiensi tata logistik. Struktur kawasan dibagi menjadi dua peran utama, yakni lokasi yang ditetapkan sebagai KNMP Hub dan lokasi yang bertindak sebagai KNMP Penyangga. Format jaringan ini dibuat saling terhubung untuk memperkuat integrasi ekonomi antarwilayah. Fleksibilitas desain ini terlihat dari berbagai model KNMP Penyangga yang telah disiapkan dalam perencanaan operasional, baik untuk wilayah daratan maupun wilayah perairan. Pembangunan di darat disesuaikan dengan ketersediaan lahan, sementara untuk wilayah pesisir atau perairan akan menggunakan konstruksi deck on pile atau sistem levelling.
Program KNMP ini diproyeksikan membawa dampak sosial dan ekonomi yang sangat luas bagi masyarakat pesisir Indonesia. Berdasarkan data perencanaan, inisiatif ini ditargetkan mampu memberikan manfaat langsung kepada ratusan ribu nelayan serta jutaan keluarga nelayan di berbagai penjuru tanah air. Salah satu target paling krusial dari program ini adalah peningkatan kesejahteraan finansial melalui perbaikan pendapatan nelayan secara signifikan di kawasan tersebut. Dari sisi ketahanan pangan dan perdagangan, program ini membidik total estimasi produksi perikanan tangkap nasional hingga jutaan ton per tahun. Fasilitas yang dibangun pun mencakup hulu ke hilir seperti dermaga tambatan perahu, bengkel kapal, kios perbekalan, SPBN, hingga rantai pendingin seperti cold storage dan pabrik es. Melalui ekosistem terintegrasi ini, produksi ikan diproyeksikan naik hingga sepertiga dari kapasitas awal, yang sekaligus memicu pertumbuhan ekonomi lokal secara signifikan di setiap kawasan.

