Deputi Geoekonomi Dewan Pertahanan Nasional (DPN), Dr. Yayat Ruyat, M.Eng., memimpin audiensi strategis terkait rencana tata ruang wilayah dalam pembangunan infrastruktur pendukung pertahanan nasional di Kantor DPN, Jakarta Pusat, Rabu (13/5). Pertemuan ini dihadiri oleh para Tenaga Ahli DPN dan perwakilan dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk, yang dipimpin oleh Corporate Secretary and Chief, serta Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN). Fokus utama diskusi adalah menyelaraskan pembangunan jalan tol agar tidak hanya berfungsi sebagai urat nadi ekonomi, tetapi juga memiliki kapabilitas sebagai infrastruktur pertahanan dalam menghadapi dinamika ancaman global.

Dalam pertemuan tersebut, Deputi Geoekonomi menekankan perlunya landasan darurat di setiap pulau besar yang terintegrasi dengan jalan tol guna mendukung kesiapsiagaan nirmiliter. Pihak Jasa Marga menyatakan kesiapannya dalam mendukung kebijakan pemerintah dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), termasuk melakukan rekayasa teknis pada ruas tol yang sedang dibangun. Selain fungsi pertahanan, pertemuan ini juga menyoroti aspek keamanan digital melalui pemantauan lalu lintas real-time dan pengawasan kendaraan overload (ODOL) demi menjaga standar pelayanan minimal jalan tol.

Isu hilirisasi aspal Buton juga menjadi agenda prioritas dalam pembahasan untuk menekan angka impor aspal nasional yang masih sangat tinggi. DPN mendorong adanya percepatan pemanfaatan material lokal melalui skema uji coba bertahap pada ruas-ruas strategis milik pengelola jalan tol.

Sebagai langkah penutup, pertemuan menyepakati perlunya sinkronisasi standar spesifikasi teknis dan dukungan regulasi pemerintah agar aspal lokal dapat memenuhi kebutuhan infrastruktur nasional secara berkelanjutan demi kedaulatan ekonomi dan pertahanan negara.

