Language:

Search

DPN Menggelar Rapat Terbatas Teknologi Strategis dan Kemandirian Industri Pertahanan

  • Share this:
DPN Menggelar Rapat Terbatas Teknologi Strategis dan Kemandirian Industri Pertahanan

 

Dewan Pertahanan Nasional (DPN) menggelar Rapat Terbatas bertajuk “Penguasaan Teknologi Strategis dan Kemandirian Industri Pertahanan sebagai Lesson Learned dari Konflik di Timur Tengah” sebagai upaya memperkuat ketahanan nasional melalui penguasaan teknologi pertahanan modern pada hari Rabu, 6 Mei 2026 di Ruang Rapat Nusantara 1 Gedung Oerip Sumoharjo, Kementerian Pertahanan RI. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Deputi Geoekonomi, Dr. Yayat Ruhiyat, M.Eng. dan dihadiri oleh unsur Kementerian/Lembaga, TNI, Industri Pertahanan, Akademisi dan Lembaga Kajian Nasional serta Deputi Geostrategi, Mayjen TNI Ari Yulianto dan Tenaga Ahli DPN. 

ratas 2

Dalam sambutannya, Deputi Bidang Geoekonomi  menegaskan pentingnya membangun sinergi lintas sektor guna mempercepat penguasaan teknologi pertahanan nasional. Menurutnya, penguatan kemampuan industri pertahanan menjadi kebutuhan mendesak untuk menciptakan efek tangkal (deterrence effect) yang kredibel serta meningkatkan kesiapan Indonesia menghadapi tantangan keamanan global di masa depan. Forum ini juga menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan kebijakan lintas kementerian/lembaga, mendorong kolaborasi riset dan pengembangan, serta menyusun road map penguasaan teknologi pertahanan nasional yang terintegrasi dengan kebutuhan operasional TNI. 

rtas3

Rapat terbatas ini diselenggarakan sebagai respons terhadap dinamika konflik global yang semakin kompleks, terutama perang di Timur Tengah yang memperlihatkan perubahan karakter peperangan modern. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting (lesson learned) bagi Indonesia untuk memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional melalui penguasaan teknologi strategis yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan. 

Melalui forum ini, DPN mendorong terwujudnya sinergi lintas sektor antara pemerintah, TNI, industri pertahanan, akademisi, dan lembaga riset nasional dalam merumuskan arah kebijakan pengembangan teknologi pertahanan nasional. Kegiatan ini juga bertujuan menyelaraskan kebijakan antar kementerian/lembaga terkait penguasaan teknologi strategis, mengidentifikasi model pengembangan industri pertahanan yang terintegrasi. 

ratas 4

Dalam rapat tersebut, sejumlah narasumber hadir antara lain, Andi Widjajanto dari Lab 45, Marsda TNI Hendrikus Haris Haryanto, S.I.P Dirjen Kuathan Kemhan RI, Letjen TNI (Purn) Dr. Yoedhi Swastanto, M.B.A Katimlak KKIP, Waka BRIN yang diwakili oleh Dr. Robertus Heru Triharjanto, B. Eng., M.Sc. selaku Kepala Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa serta Dirut Defend ID yang diwakili oleh Amalia Maya Fitri selaku Dirtek Manajemen Risiko PT. LEN Industri. 

Hadir peserta rapat terbatas, antara lain jajaran Kementerian Pertahanan, Mabes TNI, TNI AD, TNI AL, TNI AU, Bappenas, BRIN, hingga sejumlah industri pertahanan nasional. Selain itu, hadir pula unsur akademisi dan lembaga kajian nasional, termasuk Universitas Pertahanan (Unhan) serta beberapa lembaga strategis nasional lainnya. 

Melalui rapat terbatas ini, DPN berharap dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan strategis kepada Ketua dan Ketua Harian Dewan Pertahanan Nasional terkait penguasaan teknologi serta penguatan kemandirian industri pertahanan nasional. DPN menilai bahwa penguasaan teknologi adalah penting dalam membangun daya tangkal nasional yang kredibel dan meningkatkan daya saing Indonesia dalam menghadapi tantangan keamanan global di masa depan.  


Dewan Pertahanan Nasional R.I.

Dewan Pertahanan Nasional R.I.

Dikelola oleh Bagian Data Informasi, Setjen DPN